Selasa, 29 Mei 2012

Modul Unsur-Unsur Cerita


Peta Kompetensi

Kelas VI semester I

Standar Kompetensi   :   Memahami teks dan membaca intensif dan membaca teks drama
Kompetensi Dasar      :  Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh,latar, tema, alur dan amanat            dari teks/drama
Indikator                     :  Menentukan tokoh, latar, tema, alur, dan amanat dari teks/drama.

DESKRIPSI MATA PELAJARAN
  
Pelajaran Bahasa Indonesia di SD memang tak serumit pemebelajaran yang dilakukan pada jenjang pendidikan yang ada di atasnya. Materi ajar yang diberikan pada tingkat  SD disesuaikan dengan kemampuan siswa.
            Pembelajaran di SD dibuat lebih menyenangkan agar lebih menarik minat siswa untuk belajar Bahasa Indonesia. Jadi  materinya harus dibuat lebih menarik sesuai dengan kehidupan dunia anak yang cenderung gembira (fun).
            Buku-buku yang berisi materi ajar dikemas sedemikian rupa, dibuat lebih menarik, disertai dengan gambar-gambar lucu, tapi tetap mendidik, dan tidak keluar dari konten atau pun isi dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, dalam hal ini tetap mengacu kepada kurikulum sekolah. Dimana kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sekarang itu disesuaikan dengan kemampuan lokal atau sesuai dengan kemampuan peserta didik pada kondisi tertentu ( dalam satuan unit sendiri).

KATA PENGANTAR
            Sekarang, kamu duduk di Kelas VI Sekolah Dasar. Bagaimana perasaanmu? Tentu senang, bukan? Di kelas sebelumnya kamu telah belajar mendengarkan,berbicara, membaca, dan menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di Kelas VI ini, kamu pun akan mempelajari kembali pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuannya agar keterampilan berbahasa Indonesiamu semakin bertambah. Keterampilan berbahasa Indonesia yang kamu miliki akan membantumumemahami pelajaran lain. Dengan demikian, kamu akan semakin cerdas.
            Gunakanlah buku ini sebaik-baiknya. Kamu dapat belajar sendiri, dengan teman- teman, atau dengan guru dan orangtuamu. Di akhir Kelas VI nanti, kamu akan menghadapi ujian akhir yang menentukan keberhasilan belajarmu selama di Sekolah Dasar. Persiapkan dirimu agar sukses dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Rajin-rajinlah belajar. Isi waktu luangmu dengan hal-hal bermanfaat. Semoga berhasil.
                                                                                                                       Makassar,   Januari 2012
                                                                                                                       
                                                                                                                        Penulis

I.     Pendahuluan
            Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan garis-garis besar haluan mengajar bagi para pendidik. Dimana dalam KTSP tersebut memuat berbagai komponen pembelajaran dan pengajaran selama proses belajar mengajar di kelas.
            Kurikulum tingkat satuan pendidikan memuat semua komponen pembelajaran untuk setiap bidang studi. Salah satunya adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia memuat pogram tahunan, progaram semester, silabus, dan RPP.
Dalam kurikulum satuan pendidikan dikenal istilah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang merupakan acuan yang memunculkan indikator keberhasilan yang menjadi tujuan pembelajaran di kelas.
            Standar kompetensi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia misalnya terdiri atas empat kompetensi yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Standar kompetensi inilah yang  terbagi atas Kompetensi Dasar.
            Dalam modul ini akan diangkat Standar Kompetensi membaca yaitu memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks / drama. Adapun kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, alur / jalan cerita, dan amanat / pesan) dari teks / drama anak.    
II.  Unit
1.      Materi
            Mendengarkan cerita Menentukan tokoh, latar, alur, tema dan amanat 
Kamu sering mendengarkan cerita, bukan? Mendengarkan ceritamemang mengasyikkan. Setelah mendengarkan cerita, apakah kamu bisa menentukan temanya? Apakah yang kamu ketahui tentang tema? Tema adalah pokok persoalan dalam cerita. Tema dapat ditafsirkan secara sederhana lewat tokoh dan konflik yang dialami oleh tokoh-tokoh cerita. Pada konflik yang dialami tokoh-tokoh itulah tema lazimnya diungkapkan. Tema dapat diketahui oleh pembaca setelah ia memahami keseluruhan isi cerita. Sekarang coba simak dan pahami cerita berikut!
Kesombongan Burung Nuri
DEO seekor burung nuri. Tinggal di
hutan luas bersama binatang lainnya.
Merasa paling tampan, Deo menjadi
sombong. Tidak mau bergaul dengan temantemannya
dan suka memamerkan diri.
”Di seluruh hutan ini, tidak ada burung
lain yang setampan diriku,” kata Deo dengan
pongah di hadapan teman-temannya
sesama burung.
”Kalian semua pasti juga mengagumi
ketampananku ini.”
Teman-temannya hanya bisa geleng-geleng
kepala. Mereka enggan bermain
dengan Deo karena sikapnya itu.
Pada suatu hari, Deo terbang sendirian
mengelilingi hutan. Tanpa sengaja, ia
menabrak ranting pohon yang tinggi.
Sayapnya patah. Ia terjatuh ke tanah. Deo
merasa kesakitan dan tidak dapat menggerakkan
tubuhnya.
Tiba-tiba, Deo mendengar suara elang
di kejauhan. Suara itu semakin dekat. Deo
sangat ketakutan. Jantungnya berdegup
kencang. Ia begitu lemah dan tidak berdaya.
Elang itu kini terbang melayang di atasnya,
siap untuk menerkamnya.
Ketika Elang itu hendak memangsa
Deo, sekawanan burung datang ke tempat
itu. Mereka bersuara ribut untuk mengusir
Elang. Melihat sekelompok burung yang
cukup banyak tersebut, Elang mengurungkan niatnya
dan mencari mangsa lain.
”Deo, ini kami. Kamu tenang saja
karena kami datang untuk menolongmu,”
kata burung-burung tersebut.
Deo yang masih tergeletak di tanah
merasa terharu. Ternyata, kawanan burung
itu teman-temannya sendiri yang selama ini
tidak dipedulikannya. Mereka lalu terbang
menghampiri Deo dan membawanya pulang
ke rumahnya.
Setelah dirawat beberapa minggu, Deo
kembali sembuh seperti sediakala. Ia selalu
mengingat kebaikan teman-temannya yang
telah menyelamatkannya.
Sejak saat itu, Deo tidak sombong lagi.
Ia kini senang bermain bersama teman-temannya
yang baik hati. (Fino Yurio K)-m
Sumber: Kedaulatan Rakyat Minggu,
30 Oktober 2005
Setelah membaca cerita di atas, kita akan menemukan unsur cerita melalui langkah-langkah berikut.
1.      Menentukan tokoh-tokohnya. Tokoh-tokoh cerita di atas: Deo (seekor burung nuri)
dan teman-teman Deo (sesama burung).
2.      Menentukan latarnya. Latar cerita di atas di hutan.  
3.      Menentukan alurnya. Alur dari cerita di atas alur maju.
4.      Menetukan temanya. Tema erat kaitannya dengan amanat. Amanat adalah pesan moral yang terkandung dalam cerita. Dahulu pesan moral disampaikan pengarang secara eksplisit, secara langsung. Sekarang cara seperti itu sudah ditinggalkan. Untuk menghindari kesan menggurui, pesan moral disampaikan secara implisit, tersirat melalui perilaku tokoh. Teknikdemikian memberi keleluasaan pembaca untuk mencari dan menemukan sendiri pesan moral dalam cerita. Amanat sebuah cerita dapat dirumuskan setelah pembaca menemukan temannya.Tema dan amanat berbeda dalam cara perumusannya.
5.      Menentukan amanatnya. Amanat adalah pesan moral yang terkandung dalam cerita. Dahulu pesan moral disampaikan pengarang secara eksplisit, secara langsung. Sekarang cara seperti itu sudah ditinggalkan. Untuk menghindari kesan menggurui, pesan moral disampaikan secara implisit, tersirat melalui perilaku tokoh. Teknik demikian memberi keleluasaan pembaca untuk mencari dan menemukan sendiri pesan moral dalam cerita. Amanat sebuah cerita dapat dirumuskan setelah pembaca menemukan temannya. amanat dirumuskan dalam bentuk kalimat perintah, saran, atau imbauan.
2. Latihan
Ayo, menemukan tema dan amanat cerita!
1.      Simaklah cerita yang akan diperdengarkan oleh gurumu! Tentukan tema dan amanat cerita itu!
2.      Bacakan tema dan amanat cerita yang telah kamu tentukan!
3.Rangkuman
1.      Tokoh utama dalam cerita di atas adalah Deo si Burung Nuri
2.      Latar tempat dalam cerita “Kesombongan Burung Nuri” adalah di hutan
3.      Alur dari cerita “kesombongan Burung Nuri” adalah alur maju
4.      Tema dari cerita “Kesombongan Burung Nuri” adalah  sombong adalah sifat yang tercela
5.      Amanat (pesan) dari cerita “Kesombongan Burung Nuri” adalah kita tidak boleh sombong dengan kelebihan yang kita miliki.  
4.Tes formatif
Berilah tanda silang pada jawaban yang kamu anggap benar di bawa ini !
1.      Deo adalah seekor burung ..............
a.       Gagak
b.      Nuri
c.       Merpati
d.      Beo
2.      Tokoh utama dari cerita “Kesombongan Burung Nuri” di atas adalah ......
a.       Deo
b.      Beo
c.       Reo
d.      Leo
3.      Latar tempat dari cerita “Kesombongan Burung Nuri” di tas adalah .............
a.       Di danau
b.      Di istana
c.       Di hutan
d.      Di sungai
4.      Alur atau jalan cerita “Kesombongan Burung Nuri” di atas adalah ..............
a.       Mundur
b.      Maju mundur
c.       Kilas balik
d.      Maju
5.      Amanat dari cerita “Kesombongan Burung Nuri” di atas adalah ............
a.       Kita tidak boleh sombong dengan kelebihan yang kita miliki
b.      Kita tidak boleh sombong dengan kebaikan yang kita miliki
c.       Kita tidak boleh sombong karena kekayaan yang kita miliki
            d.    Tidak boleh sombong dengan harta yang kita miliki

1 komentar:

komantarnya bossss